Hadapi seburuk - buruk keadaan dengan sebaik - baik sikap, dan lakukan dengan sebaik - baik tindakan

Sabtu, 04 Januari 2014

Ternyata Rama Lebih Rahwana...

Pernah menonton film india yang berjudul “Rab ne Bana Dijodi”?  salah satu film film favoritku yang dibintangi oleh Shahrukh khan dan Anuskha Sharma. Film yang bercerita tentang seorang pasangan suami istri tapi sang istri tidak mencintai suaminya karena si wanita dinikahi karena terpaksa. Walaupun suaminya tersebut seorang yang baik, pintar, jujur dan giat. Tapi ia bukanlah tipe pria yang menjadi idamannya. Si pria yang bernama Surinder “suri” sahni mempunyai karakter yang lugu dan culun, sedangkan Taani Istrinya  menyukai tipe laki-laki yang ceria dan macho.

Oleh karena itu, Suri mencoba untuk merubah stylenya menjadi pria macho supaya istrinya dapat mencintai dirinya. Kemudian Suri menyamar dan mengaku bernama Raaj yang mempunyai karakter terbalik 180 derajat dari Suri. Raaj seorang yang bertipe urakan, ceplas-ceplos bahasa inggrisnya “sak karepe dewe”. Pria yang ceria, Suka merayu dan ngegombal.

Awalnya Taani tidak suka dengan karakter seorang Raaj tersebut.  Hingga pada akhirnya Taani pun tak berdaya melawan rayuan-rayuan maut Raaj dan Tanni pun jatuh cinta kepadanya. Tapi Taani tidak tahu bahwa Raaj adalah seorang Suri, suaminya sendiri. Karena mereka berdua memang mempunyai karakter yang jauh berbeda. Tapi ending dari film tersebut Taani mengetahui bahwa Raaj sebenernya adalah samaran dari Suri.

Jalan cerita dalam tersebut mempunyai kemiripan dengan cerita dalam kisah Ramayana. aku yakin sang sutradara memang terinspirasi dalah kisah itu. Bedanya dalam film itu dua karakter pria diperankan oleh satu tokoh.

Cerita dalam epos Ramayana memang sangatlah bagus, maka dari itu banyak diinspirasi oleh banyak sutradara, Termasuk sinetron-sinetron Indonesia.

Kisah itu bermula ketika Sinta bersama Rama suaminya dan laksamana adik iparnya sedang menjalankan hukuman pembuangan di hutan. Rama yang seharusnya menggantikan ayahnya menjadi raja di kerajaan Ayodya terpaksa harus mengembara di hutan setelah ibu tirinya Kaikeyi mengingatkan janji Dasarata, ayah Rama bahwa yang berhak atas tahta adalah Barata. dan Rama harus dibuang ke dalam hutan selama lima belas tahun. Di dalam hutan mereka mendapatkan berbagai godaan. Mereka melawan para raksasa-raksasa yang meganggu masyarakat di sekitar hutan. Salah satunya adalah seorang raksesi yang bernama Supanaka. ialah adik Rahwana. Sebenernya Supanaka hanya berniat menggoda Rama dan Laksamana karena tergoda ketampanan mereka. Tapi Rama jenggkel kemudian menebas hidung Supanaka sampai terluka. Kemudian Supanaka melaporkan kepada kakaknya, Rahwana. Tentu saja Rahwana sangat marah dan tidak terima dengan perlakuan itu. Dan Rahwana bertekat untuk membalasnya. Rahwana merasa Rama dan Laksamana telah berani merendahkan harga diri keluarganya dan kerajaan alengkadireja. Kemudian Rahwana berangkat ke hutan ditemani Marica untuk membalaskan dendam.

Kemudian di hutan. Sinta melihat seekor kijang emas. Karena sinta menyukainya kemudian Sinta merengek manja menyuruh suaminya untuk menangkapnya. Sebagai seorang lelaki dan suami yang baik,  Rama  mau tidak mau harus menuruti kemauan istri tercintanya, Rama mengejar kijang yang sebenarnya adalah jelmaan Marica anak buah Rahwana tersebut. setelah itu dari kejauhan Sinta mendengar suara suaminya yang bertiak seakan meminta pertolongan. Sinta khawatir jika suaminya terjadi apa-apa. lalu Sinta menyuruh Laksamana untuk mengeceknya. Tapi Laksamana mempunya pikiran lain bahwa dia tidak yakin itu adalah suara Rama. dan dia juga bimbang kalau seandainya mengeceknya, lalu siapa yang akan menjaga Sinta? padahal dia sudah di beri mandat oleh abangnya untuk terus menjaga Sinta. Di tengah-tengah kebimbangan dan kegalauan itu Sinta justru menuduh Laksamana mempunyai maksud tertentu kepadanya.

Sinta menuduh Laksamana memang sengaja membiarkan kakaknya yang sedang dalam bahaya supaya mati dan Laksamana bisa mendapatkan dirinya. Laksamana yang merasa sama skali tidak punya maksud seperti itu, mau tidak mau Laksamana harus menuruti kemauan Sinta dan mengingkari amanah abangnya. Ketika ditinggal oleh Laksmana itulah Rahwana menculik Sinta. karena Rahwana terpesona dengan kecantikan dirinya. Rahwana merasa Sinta adalah reinkarnasi dr Dewi widowati seorang wanita yang dijanjikan oleh Dewa kepada dirinya. Singkatnya, kemudian Rahwana membawanya ke kerajaan alengka.
Di dalam perjalanan Rahwana di hadang oleh burung yang bernama Jatayu. ialah teman Rama bahkan jatayu berhasil merebut sinta. Tapi Rahwan punya senjata sakti pemberian dewa shiwa, lalu menebas Jatayu dengan senjata itu hingga terluka dan Rahwana berhasil merebut Sinta kembali. Sebelum Jatayu mati dia memberi tahu Rama dan Laksamana bahwa Sinta diculik oleh Rahwana.

Selama 3 tahun dalam penyekapan.  sebenarnya Sinta di perlakukan dengan sangat baik dan dimanjakan oleh Rahwana. Walau Rahwana adalah raja raksasa yang bengis dan kejam tapi dia tidak mau melukai Sinta karena dia hanya dendam kepada suami Sinta. Bahkan Rahwana tidak pernah menyentuhnya. karena Rahwana sangat mencintai Sinta. Dan ingin mendapatkannya dengan cinta pula. Rahwana sangat menginginkan Sinta untuk menjadi istrinya.

Dia selalu datang stiap hari kepada Sinta. Rahwana selalu merayu Sinta dengan kata-kata Indah yang penuh gombal. Rahwana meminta Sinta untuk menjadi permaisurinya. Ia slalu minta maaf karena telah menculiknya. semua itu di lakukan semata mata karena ia mencintainya. Ia slalu mengatakan bahwa dia siap berkorban apa pun untuk mendapatkan cintanya. namun Sinta selalu menolaknya.

 Meski Cintanya selalu di tolak, tapi tak membuat Rahwana putus asa untuk mengejar Cinta sang pujaan hati yang sangat ia cintai itu. tapi Rahwana terus berjuang tak kenal lelah untuk mengejar cintanya dia terus datang setiap hari dengan kata-kata yang sama, dengan Rayuan gombalnya dan dengan kata-kata lembut penuh harapan barangkali Sinta sudah berubah fikiran.

"Maukah engakau menjadi permaisuriku??"

Tapi Sinta tetap berkata “tidak”. Karena cintanya hanyalah milik Rama suaminya.

Semakin lama Sinta semakin gelisah. Timbul gejolak di dalam hatinya mengapa suaminya tak kunjung memjemputnya? Di satu sisi Sinta mulai tergoda dengan kebaikan dan kesopanan Rahwana.. Sinta mulai terbuai dengan cara Rahwana memperlakukannya. Selama ia di kerajaan alengka Rahwana berubah menjadi baik, murah senyum sehingga merubah suasana kerajaan menjadi penuh dengan keceriaan dan kedamaian. tidak sperti ketika ia baru datang.

Sinta mulai tergoda dengan Rahwana.. mulai ada sesuatu rasa cinta kepada Rahwana. Tapi disisi yang lain Sinta juga masih mencintai Rama dan tidak mau menghianati cinta suaminya.. Tp mengapa ia tak kunjung menjemput dan menyelamatkannya.. Apakah suaminya sudah tidak lagi mencintainya?

Setelah itu Hanoman datang dan menyusup di dlam kerajaan alengka dengan membawa cincin yang menandakan bahwa dia di utus oleh suamiya untuk menjemputnya. tp Sinta menolaknya. Ia hanya ingin di jemput oleh suaminya sbgai tanda bukti bahwa Rama masih mencintainya. Kemudian Rama menyusun strategi dan membuat koloni untuk menyerang kerajaan alengka. Rama bekerjasama dengan wibisana adik Rahwana. kemudian menyerang kerajaan dan memporak porandakan kerajaan alengka.

Di dalam situasi darurat di kerajaan alengka Rahwana justru masih terus menggoda Sinta tak kenal lelah. Tak peduli dengan situasi kerajaan yang sudah di serang habis-habisan oleh Rama.
"Wahai pujaan hati.. Hanya kaulah yang Aku cintai saat ini.. Aku siap berkorban apa pun demi cintamu. walau pun sampai mati.." itu yang terus dikatakan oleh Rahwana.

Sinta menjawab "Jujur.. Aku sebenernya juga mulai timbul perasaan kepadamu..kamu selalu memperlakukanku dengan baik. Selalu menghormatiku dan merayuku dengan gombalan-gombalanmu. . Selama aku disini sifatmu berubah menjadi baik. suasana kerajaan menjadi tenang dan penuh kedamaian.. tapi aku juga tak mau menghianati cinta suamiku.. jika kau benar-benar mencintaiku. Tolong relakanlah aku dan kembalikanlah aku kepada suamiku."
Itulah kata-kata yang selama ini di nanti-nanti oleh Rahwana.. Hanya sbuah kata "Cinta" walupun tak bisa memiliki seutuhnya.

"Baik.. Jika itu maumu.. Aku adalah ksatria dan aku akan menyerahkanmu dengan cara ksatria pula.. aku akan menyerahkanmu kepadanya jika ia bisa mengalahkanku" Kata Rahwana.
Kemudian Rahwana pergi dan bertarung dengan Rama. pertarungan seorang kesatria. singkat cerita pertarungan tersebut dimenangkan oleh Rama. dan Rahwana pun tewas ditangan rama. tahta kerajaan alengka yang kosong di ganti oleh wibisana adik Rahwana. Dan Rama berhasil membawa pulang kembali Dewi sinta istri tercintanya.

Namun karena Sinta sudah bertahun-tahun ditawan oleh Rahwana. sehingga muncul kecurigaan rama bahwa Rahwana telah menodai Sinta. Sinta mencoba meyakinkan kepada suaminya bahwa selama didalam sekapan, Rahwana slalu memperlakukannya dengan baik. Rahwana sama sekali tidak pernah menyentuhnya sdikit pun. Tapi Rama tetap saja tidak percaya. Untuk meyakinkan suaminya Sinta berani menceburkan diri ke dalam api. Sebagai pembuktian. seandainya Sinta berbohong dia akan mati tapi jika dia masih hidup berarti dia masih suci. Kemudian sinta menceburkan diri ke dalam api dan ditolong oleh Dewa api sehingga Sinta selamat dan menandakan bahwa dia masih suci. Dan kehidupan mreka pun kembali sperti sedia kala.

Menurut umumnya para dalang. Rahwana di anggap tokoh antagonis dan Rama adalah tokoh protagonis. menurut sebagian orang Rama dianggap seorang kesatria sejati dan Rahwana adalah seorang pecundang karena menculik istri orang. Tapi menurutku tidaklah seperti itu. memang kalo dilihat dari satu sudut pandang saja memang seperti itu. tapi cobalah melihat kisah ini dengan sudut pandang yang lain. justru aku anggap Rahwana lah yang benar-benar seorang laki-laki sejati. gantelman dan seorang kesatria sejati.

·         Rama memang ormempunyai paras tampan dan Rahwana orangnya urakan dan slengean, bengis dan kejam tapi, Dalam urusan cinta Rahwanalah yang romantis. 
·         Memang Rahwana punya kepala sepuluh tapi hanya 1 yang ada di dalam kepalanya, yaitu "Dewi Sinta" 
·         Dengan kata-kata dan prilakunya, dengan rayuan dan kesabaran. Rahwana dapat meluluhkan hati Sinta yang mulanya membencinya menjadi mencintainya.
·         Bisa saja Rahwana ketika itu memaksa dan memperkosa Sinta. tapi Rahwana tidak mau melakukannya karena Rahwana sadar bahwa Cinta tidak bisa di paksa. 
·         Rahwana ingin Sinta menjadi istrinya atas dasar cinta bukan karna unsur paksaan.


·         Karena cinta. Rahwana yang mulanya raja yang kejam berubah menjadi baik. inilah sisi yang patuh diinspirasi dari seorang Rahwana. justru Rama lah seorang pengecut yang tidak bisa menghormati seorang wanita. 
·         Rama berani melukai seorang wanita (Supanaka). tapi Rahwana justru sangat menghormati seorang wanita. tidak mau menyentuhnya sebelum ia mau menerima cintanya dengan setulus hati. 
·         Dalam priode penyandraan Sinta selama 3 tahun. kemanakah Rama?? kenapa dia tidak cepat-cepat menolong Sinta.. apa dia tidak berani dengan Rahwana. padahal dia adalah titisan dewa wisnu.  Justru Rama malah meminta bantuan banyak orang untuk membunuh Rahwana padahal itu urusan pribadinya. kemana jiwa laki2 seorang Sri Ramawijaya??

·         Setelah Sinta kembali ke tangan Rama mengapa Rama masih mempertanyakan kesucian Sinta bahkan sebagai pembuktian Sinta rela nyemplung kedalam api.?? 

 “Ketika rasa kepercayaan dalam sbuah hubungan itu terkikis..apakah itu masih bisa disebut cinta??”
Rama mempertanyakan kesucian Sinta itu artinya Rama tidak percaya dan cintanya tidak tulus sepenuhnya kepad Sinta.
Prilaku Rahwana yang menculuk istri orang tentu bukanlah hal yang benar. tapi aku melihat kisah cinta yang luar biasa ini secara obyektif dengan sudut pandang yang berbeda. Tidak seperti para orang maupun dalang pada umumnya yang slalu memuja-muja Rama dan memposisikan Rama sbgai tokoh yang segala-galanya.
Cerita dalam epos Ramayana ini adalah cerita yang berasal dari india. cerita yang sangat lama dan turun temurun. sehingga tak bisa terhindar dari pergeseran cerita dan kemudian menimbulkan berbagai versi yang berbeda-beda. tergantung siapa yang menceritakannya. Tapi scara garis besar tetap sama.

 Konon di sri lanka Rahwana justru di posisikan sebagai tokoh protagonis dan Rama antagonis. Termasuk Sujiwo tejo, dalang dan seniman eksentrik Indonesia jg mempunyai pendapat yang sama. Ketika ia membawakan cerita ini, Rahwana yang di posisikan sebagai tokoh protagonis bahkan dia menduga bahwa justru Sinta lah yang sebenarnya ingin di culik oleh Rahwana karena Sinta tidak suka dengan karakter Rama yang gitu-gitu aja.  monoton tidak sperti Rahwana yang berwarna. Cerita dan sejarah selalu menyimpan sbuah pesan yang dapat kita ambil di dalamnya bahkan hanya sbuah dongeng skali pun.

Dan di dalam kisah ini kita bisa mendapatkan banyak skali pelajaran yang dapat kita petik. Bahwa jangan pernah memandang apa pun dari satu sisi saja. Dibalik sifat Rahwana yang kejam, raja yang diktator dia mempunyai sisi yang unik dan romantis, dia juga mempunyai sifat lucu yangg selalu menghibur rasa kesepian dan kegalauan hari-hari seorang sinta selama dalam penyekapan.

Disisi itulah sinta mulai kagum dengan karakter Rahwana.. disisi yang lain, Rama adalah seorang pria tampan, ia juga baik dan jujur tapi dia lugu dan tidak mempunyai jiwa romantisme dan unik sperti yang di miliki seorang Rahwana. Sinta merasa pribadi suaminya sangat kaku dan monoton tidak berseni dan berwarna.
Sinta benar-benar menemukan suatu hal yang lain dari karakter mereka berdua.

Begitulah garis besar kisah Cinta ini. kisah cinta yang penuh dengan cobaan, perjuangan dan pengorbanan. Penuh dengan kebimbangan dan kisah heroik..
Karena Ego Rahwana untuk mendapatkan cinta sinta mengakibatkan kehancuran kekuasaan dan kerajaanya.. tapi ketulusan itu mengalahkan segalanya.
Cinta bisa membawa manusia kepada puncak kejayaan dan cinta juga bisa menenggelamkan manusia ke dalam jurang kehancuran.
Cinta terkadang tak masuk akal karena memang cinta adalah urusan hati. cinta tak pernah memandang apa pun.

Dewi sinta yang mulanya eneg dengan Rahwana tiba-tiba jatuh cinta juga dkepadanya..mungkin itulah maksud dari falsafah jawa bahwa cinta tak slalu datang scara tiba-tiba. Kadang cinta datang karen terbiasa, cinta bisa merubah Rahwana yang jahat menjadi baik. walau pun pada akhirnya Rahwana pun terbunuh karena cinta.


ya memang begitulah cinta, penderitaannya tiada akhir


Sumber;

Hukum Mengucapkan "Selamat Natal"

Saat menjelang peryaan Natal pasti terjadi perbedaan pendapat dikalangan umat muslim. Ada yang mengharamkan/ melarang ada juga yang membolehkan, ada yang pro ada yang kontra. Umat lain yang merayakan tapi kita sebagai muslim malah yang rempong.

Tulisan berikut saya copy paste dari web www.eramuslim.com sebagai tambahan pengetahuan bagi umat muslim supaya lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan yang ada.
Semoga bermanfaat.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Assalamualaikum. Wr. Wb.
Pak ustadz saya mau tanya, saya pernah membaca sebuah artikel tentang haramnya hukum mengatakan "Selamat Natal" kepada umat kristiani. Karena dijelaskan di situ bahwa kalau kita mengucapkan itu kita mengakui akan adanya trinitas dan sebagainya,
Bagaimana menurut pandangan pak Ustadz
Terima kasih
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ucapan selamat natal oleh banyak kalangan memang diharamkan, bahkan sampai ada yang mengirim SMS kepada kami dengan kalimat pembuka: INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN: saya denger dari Elshintasi fulantelah mengucapkan ucapan selamat natal…
Menurut pengirim SMS itu, ucapan selamat natal itu kontra produktif dengan fatwa MUI tahun 1984.
Sikap kami sendiri tentu juga tidak mengucapkan selamat natal kepada para pemeluk agama kristiani. Selain ada fatwa yang mengharamkannya, juga mengucapkannya saat ini jadi akan salah waktu. Sebab Nabi Isa ‘alaihissalam tidak lahir pada tanggal 25 Desember, beliau lahir di musim panas saat kurma berbuah, sebagaimana isyarat di dalam ayat Al-Quran saat Ibunda Maryam melahirkannya di bawah pohon kurma. Saat itu Allah SWT berfirma kepadanya:
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS. Maryam: 25)
Jelas sekali Nabi Isa lahir di saat buah kurma masak, dan itu tidak terjadi di musim salju. Kecuali kalau mau dipaksakan sebuah kebohongan baru lagi. Misalnya dikatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalammerupakan penduduk Australia yang berada di Selatan Katulistiwa, di mana tanggal 25 Desember seperti sekarang ini di sana justru sedang musim panas. Tapi itupun salah, sebab di Australia tidak ada pohon kurma, yang ada mungkin pohon kaktus.
Atau bisa saja lahirnya nabi Isa tetap pada tanggal 25 Desember, tetapi syaratnya kejadiannya harus di Indonesia, karena pada tanggal seperti itu di Indonesia tidak ada musim panas atau musim dingin. Di Indonesia ada musim duren. Tapi yang disebutkan di dalam Al-Quran adalah buah kurma, bukan buah duren. Lagian, masak Maryam sehabis melahirkan malah makan duren? Aya aya wae.
Perbedaan Pendapat Ucapan Selamat Natal
Tentang hukum ucapan selamat natal itu, memang kalau kita mau telusuri lebih jauh, kita akan bertemu dengan beragam pendapat. Ada ulama yang mengharamkannya secara mutlak. Tapi ada juga yang membolehkannya dengan beberapa hujjah. Dan juga ada pendapat yang agak di pertengahan serta memilah masalah secara rinci.
Tentu bukan berniat untuk memperkeruh keadaan kalau kami sampaikan apa yang beredar di tengah umat tentang hal ini. Sebaliknya, kajian ini justru untuk memperluas wawasan kita dalam menuntut ilmu,wabil khusus tentang urusan yang agak khusus ini.
1. Pendapat Haramnya Ucapan Selamat Natal Bagi Muslim
Haramnya umat Islam mengucapkan Selamat Natal itu terutama dimotori oleh fatwa para ulama di Saudi Arabia, yaitu fatwa Al-’Allamah Syeikh Al-Utsaimin. Beliau dalam fatwanya menukil pendapat Imam Ibnul Qayyim
1. 1. Fatwa Syeikh Al-’Utsaimin
Sebagaimana terdapat dalam kitab Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403), disebutkan bahwa:
Memberi selamat kepada merekahukumnya haram, sama saja apakah terhadap mereka (orang-orang kafir) yang terlibat bisnis dengan seseorang (muslim) atau tidak. Jadi jika mereka memberi selamat kepada kita dengan ucapan selamat hari raya mereka, kita dilarang menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita, dan hari raya mereka tidaklah diridhai Allah.
Hal itu merupakan salah satu yang diada-adakan (bid’ah) di dalam agama mereka, atau hal itu ada syari’atnya tapi telah dihapuskan oleh agama Islam yang Nabi Muhammad SAW telah diutus dengannya untuk semua makhluk.
1. 2. Fatwa Ibnul Qayyim
Dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Alasannya karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.
1. 3. Fatwa MUI?
Sedangkan terkait dengan fatwa MUI tentang haramnya mengucapkan selamat natal, ketika mencari dokumennya ternyata kami kesulitan mendapatkannya. Konon kabarnya fatwa itu dikeluarkan pada tahun 1984, seperti yang ada dalam SMS yang kami terima.
Tetapi setelah dibrowse di situs MUI (www.mui.or.id) maupun di buku Kumpulan Fatwa MUI yang kami miliki, fatwa haram itu tidak kami temukan. Yang kami temukan hanyalah fatwa tentang haramnya melakukan natal bersama.
Sebaliknya, kami malah mendapatkanberita yang agak kontradiktif dengan apa yang dianggap sebagaisikap MuI selama ini. Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu memang pernah menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen (ritual) Natal.
"Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam, " katanya.
Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, "Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani."
Jadi mohon kepada MUI atau barangkali ada pembaca Eramuslim yang punya salinan fatwa tersebut, tentu kami akan sangat berterima kasih bila berkenan mengirimkannya kepada kami.
2. Pendapat Yang Tidak Mengharamkan
Selain pendapat yang tegas mengharamkan di atas, kita juga menemukan fatwa sebagian dari ulama yang cenderung tidak mengharamkan ucapan tahni’ah kepada umat nasrani.
Yang menarik, ternyata yang bersikap seperti ini bukan hanya dari kalangan liberalis atau sekuleris, melainkan dari tokoh sekaliber Dr. Yusuf Al-Qaradawi. Tentunya sikap beliau itu bukan berarti harus selalu kita ikuti.
2. 1. Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi
Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni’ah saat perayaan agama lainnya.
Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni’ahkepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:
لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)
Kebolehan memberikan tahni’ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni’ahkepada kami dalam perayaan hari raya kami.
وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa’: 86)
Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.
2.2. Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’

Di dalam bank fatwa situs www.Islamonline.net Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.
Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.
Sehingga menurut beliau, ucapan tahni’ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.
Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni’ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.
Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni’ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar.
2.3 Majelis Fatwa dan Riset Eropa
Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa’ dalam hal kebolehan mengucapkan tahni’ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.
3. Pendapat Pertengahan
Di luar dari perbedaan pendapat dari dua ‘kubu’ di atas, kita juga menemukan fatwa yang agak dipertengahan, tidak mengharamkan secara mutlak tapi juga tidak membolehkan secara mutlak juga. Sehingga yang dilakukan adalah memilah-milah antara ucapa yang benar-benar haram dan ucapan yang masih bisa ditolelir.
Salah satunya adalah fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said, beliau adalah profesor di bidang Ilmu Tafsir dan Ulumul-Quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni’ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni’ah yang halal dan ada yang haram.
3.1. Tahni’ah yang halal adalah tahni’ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.
Contohnya ucapan, "Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda di hari ini." Beliau cenderung membolehkan ucapan seperti ini.
3.2. Tahni’ah yang haram adalah tahni’ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, "Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga."
Beliau membolehkan memberi hadiah kepada non muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.
Kesimpulan:
Sebagai awam, ketika melihat para ulama berbeda pandangan, tentu kita harus arif dan bijaksana. Kita tetap wajib menghormati perbedaan pendapat itu, baik kepada pihak yang fatwanya sesuai dengan pendapat kita, atau pun kepada yang berbeda dengan selera kita.
Karena para ulama tidak berbeda pendapat kecuali karena memang tidak didapat dalil yang bersifat sharih dan qath’i. Seandainya ada ayat atau hadits shahih yang secara tegas menyebutkan: ‘Alaikum bi tahni’atinnashara wal kuffar‘, tentu semua ulama akan sepakat.
Namun selama semua itu merupakan ijtihad dan penafsiran dari nash yang bersifat mujmal, maka seandainya benar ijtihad itu, mujtahidnya akan mendapat 2 pahala. Dan seandainya salah, maka hanya dapat 1 pahala.
Semoga kita tidak terjebak dengan suasana su’udzdzhan, semangat saling menyalahkan dengan sesama umat Islam dan membuat kemesraan yang sudah terbentuk menjadi sirna. Amin ya rabbal ‘alamin
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc

Kamis, 29 November 2012

Mengapa Indonesia tertinggal jauh dari Singapura...?

SEMENTARA PIMPINAN KITA MASIH MERIBUTKAN ANGKA-ANGKA NILAI DAN UAN, PIMPINAN NEGARA TETANGGA MALAH MERIBUTKAN TENTANG NILAI-NILAI KARAKTER, AKHLAK, HORMAT DAN CINTA PADA ORANG TUA

MUNGKIN INI YG MEMBEDAKAN KITA DENGAN SINGAPURA.
(Lanjutan Artikel tentang SINGAPURA Negara Setitik, yg melesat maju di Asia Tenggara)

Mari kita simak liputannya:

Kisah Nyata Anak Durhaka dari Singapura

Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.

Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.

Hormatilah, Kasihilah, Sayangilah orang tuamu selama mereka masih ada di sisimu ...



Sumber : ayahkita.com

RENUNGKANLAH HAI PARA ORANG TUA DAN GURU ??

Jika seekor anak kura-kura diuji untuk kemampuan berlarinya maka anda akan segera menilai anak kura-kura tersebut sebagai anak bodoh dan dungu di sepanjang hidupnya.

Tapi jika yg anda uji adalah kemampuannya dalam menjelajah dan mengarungi samudera yg luas hingga ribuan mile jauhnya dan sanggup kembali ketempat asalnya untuk berkembang biak, maka anda akan terkagum2 oleh kamampuannya dan tanpa sadar akan berujar " Sungguh Luar Biasa" dan "Sangat Jenius" !!!

Begitulah sistem pendidikan kita yg ada di dunia ini, yg justru menguji anak-anak dibidang yg menjadi kelemahan mereka dan bukan kelebihannya, sehingga sepertinya lebih banyak anak-anak dungu yg telah di Ciptakan Tuhan ketimbang anak-anak yg Jenius.

Albert Einstein
Jenius Dunia dibidang Fisika Quantum


Sumber : ayahkita.com